Palembang, 3 Mei 2019 – PT Digital Tunai Kita, sebagai penyelenggara aplikasi TunaiKita yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, kembali ke Palembang, Sumatera Selatan. Kali ini TunaiKita menghadiri Seminar Fintech Days Palembang 2019, serta mengundang sejumlah pelanggan asal Palembang, untuk mendengar masukan mereka agar TunaiKita dapat senantiasa meningkatkan pelayanan. Pelanggan TunaiKita yang berpartisipasi terdiri dari pria dan wanita berusia 25-30 tahun, dengan sebagian pelanggan menggunakan untuk pertama kali, dan sebagian lagi telah menggunakan lebih dari dua kali.

TunaiKita telah menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 15.000 warga kota Palembang, dengan rata-rata jumlah pengajuan lebih dari 2.000 pengajuan setiap bulannya. Rasio persetujuan kredit di Palembang yang di atas rata-rata Nasional menunjukkan kepercayaan warga Palembang kepada TunaiKita, dan TunaiKita kepada pelanggan di Palembang. Secara nasional, TunaiKita telah menyalurkan pinjaman senilai lebih dari Rp 1,3 trilyun.

Direktur TunaiKita, Andry Huzain, mengungkap bahwa teknologi yang ditawarkan memberi peluang lebih besar bagi publik dalam mengakses layanan keuangan di Indonesia. “Kami berkomitmen mendukung pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia melalui produk-produk pinjaman yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Andry. Kepada puluhan pelanggan yang menghadiri sesi diskusi, Andry juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan mereka dalam menggunakan layanan TunaiKita. “Kami juga telah tersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir datanya digunakan untuk kepentingan selain credit underwriting,” Andry menambahkan.

TunaiKita sudah dapat dinikmati pelanggan di 159 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Seiring bertumbuhnya jumlah mitra dan pelanggan, TunaiKita terus mengembangkan produk dan inovasi untuk menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas. “Dalam menjalankan operasionalnya, TunaiKita selalu mengacu dan patuh terhadap regulasi pemerintah, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan juga kode etik dan pedoman perilaku sebagai anggota AFPI,” terang Chisca Mirawati, Direktur Hukum dan Kepatuhan TunaiKita.