Yogyakarta, 13 November 2018 – TunaiKita melalui programnya #MelekFintech sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam kegiatan UGM SOPREMA 2018 yang diadakan selama 3 hari sejak tanggal 12 November hingga 14 November 2018 di UGM FISIPOL Yogyakarta. Turut sertanya TunaiKita dalam kegiatan ini adalah sebagai langkah dukungan terhadap misi OJK untuk memperluas pengetahuan publik mengenai akses finansial melalui finansial teknologi (fintech) dimana industri fintech adalah salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Meskipun pertumbuhan industri fintech di Indonesia sangat pesat, industri ini masih menunjukan volume transaksi yang terbilang cukup rendah. Dengan demikian, inilah kesempatan untuk industri fintech untuk terus menginformasikan dan memberikan pengetahuan kepada konsumen dan pemilik bisnis tentang keunggulan dari produk dan jasa layanan fintech, serta bagaimana industri fintech menawarkan produk layanan finansial dengan akses yang lebih cepat dan lebih baik untuk semua warga Indonesia, salah satunya melalui cara bermitra dengan jasa keuangan konvensional seperti bank dan multifinance lainnya.

Generasi millenial dan pengusaha baik kecil ataupun menengah biasanya menjadi yang terdepan untuk mengadopsi adanya inovasi terbaru yang diawali dengan rasa ingin tahu dimana kemudian diikuti dengan adanya kebutuhan akan layanan tersebut. Tunaikita memahami hal ini dan hadir di kota Yogyakarta untuk memberikan informasi kepada para generasi muda serta pelaku bisnis untuk bergabung di ekosistem fintech yang sedang berkembang serta untuk lebih memahami mengenai perkembangan dunia fintech di Indonesia saat ini, sehingga diharapkan dapat aktif berpartisipasi melalui semangat “gotong royong” sebagai creator dan konsumen dari layanan keuangan paling canggih dan paling mudah diakses yang telah disediakan oleh perusahaan fintech seperti TunaiKita.

“Kali ini TunaiKita hadir untuk berpartisipasi dalam acara SOPREMA UGM 2018 untuk memberi edukasi bagi mahasiswa, pelaku bisnis UMKM, jasa layanan keuangan dan masyarakat lainya yang turut hadir dalam acara tersebut tentang berbagai manfaat dan kemudahan yang ditawarkan fintech, TunaiKita juga hadir di Yogyakarta untuk mendukung semangat OJK dalam terus menggalangkan literasi inklusi keuangan. Teknologi dan aplikasi TunaiKita sudah teruji bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit konsumtif dan produktif dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel. Dengan semakin banyak warga Yogyakarta yang bisa mengakses kredit dengan mudah, maka hal ini akan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan membantu memajukan perekonomian setempat,” kata VP Corporate Affairs TunaiKita, Anggie Ariningsih.

TunaiKita telah terdaftar dan diawasi oleh OJK sebagai platform P2P lending sejak Agustus 2017. Sebagai perusahaan pinjaman online yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sejak berdirinya TunaiKita hingga saat ini, TunaiKita sudah hadir di 159 kota di seluruh provinsi di Indonesia, dengan rencana untuk terus memperluas cakupan ke lebih banyak kota dan dengan target untuk melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia di tahun 2019.

James Chan, selaku Founder dari TunaiKita menyampaikan, “Meskipun Daerah Istimewa Yogyakarta sejauh ini hanya menyumbang 1% dari bisnis kami dalam 9 bulan pertama di tahun 2018, kami melihat adanya peningkatan minat pelanggan terhadap layanan kami dari bulan ke bulan dengan pertumbuhan 25%, 40% dan 60% selama 3 bulan terakhir. Saya sangat mengagumi dan menghormati daerah Istimewa Yogyakarta, dan bermaksud untuk berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan di provinsi ini dalam era fintech di Indonesia. TunaiKita telah merekrut tim di Yogyakarta pada awal tahun ini dan berharap untuk berinvestasi lebih banyak pada tahun 2019 dengan merekrut hingga 200 karyawan baru, untuk mendukung tujuannya yaitu menyediakan akses kredit yang lebih mudah untuk konsumen dan pemilik bisnis di Indonesia”.