Denpasar, 22 Juli, 2018 – Sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan, TunaiKita mendukung seruan untuk meningkatkan kolaborasi antara perusahaan fintech,  perbankan dan lembaga keuangan. Dengan demikian, pemikiran bahwa industri fintech mencuri pangsa pasar lembaga keuangan konvensional akan cepat pudar.    

“TunaiKita memanfaatkan teknologi untuk membuka akses kredit bagi “missing middle” — atau lapisan tengah kelas perusahaan yang hilang — yang umumnya sulit mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional. Sebagai jalan keluar, golongan ini mencari pinjaman dari teman, keluarga atau pihak ketiga yang bisa mengancam nama baik atau keselamatan mereka. Sementara teknologi dan aplikasi kita sudah teruji bisa mempertemukan mereka yang memerlukan kredit konsumtif dan produktif dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel, semua dalam waktu nyata (real-time),” kata CEO WeCash Asia Pasifik, James Chan.

“Hasil akhirnya adalah pinjaman hemat biaya untuk masyarakat; mulai dari proses aplikasi pinjaman hingga perlindungan penipuan online yang bersifat real-time, penjaminan, pelayanan dan hadiah bagi konsumen, dan terakhir penagihan hutang yang tertunggak serta restrukturisasi kredit macet. Kami bangga sekali bisa ikut memperbaiki inklusi keuangan, sekaligus membantu para konsumen dan pemilik usaha kecil-menengah di Indonesia.”

“TunaiKita terus berusaha memperbaiki pengalaman konsumen dengan terus berinvestasi di teknologi, infrastruktur dan sumber daya manusia. Akhir pekan ini di Bali, untuk pertama kalinya kami akan melakukan penarikan undian berhadiah  GEMPITA — Gebyar Meriah Persembahan TunaiKita — yang diperuntukkan khusus bagi nasabah TunaiKita. Bali pun menjadi salah satu kota besar yang kami kunjungi untuk melakukan edukasi publik supaya masyarakat menjadi melek fintech dan tentunya melek TunaiKita,” ujar VP Corporate Affairs TunaiKita, Anggie Ariningsih.

Contoh lainnya kami juga menerapkan sistem penagihan hutang atau debt collection berbasis data dengan jejak audit lengkap, dimana staf TunaiKita hanya akan berkomunikasi langsung dengan nasabah, melalui nomor kontak yang diberikan oleh nasabah bersangkutan.

“Pengalaman pinjam-meminjam dan manfaat teknologi TunaiKita diterima baik oleh para konsumen di paruh pertama 2018, dimana jumlah pinjaman yang dicairkan naik 400 persen lebih, jumlah nasabah yang memilih untuk meminjam lagi dengan TunaiKita naik 60 persen, sementara angka kredit macet untuk bulan Juni turun 175 persen dibanding Januari,” kata COO TunaiKita, Andry Huzain.

TunaiKita adalah perusahaan fintech ke-19 untuk menyelesaikan registrasinya dengan OJK pada 26 Agustus 2017, dibawah payung hukum POJK/77 tentang lisensi pinjam-meminjam berbasis teknologi informasi. Kami berencana mengajukan surat kesiapan pelaksanaan dan aplikasi lisensi penuh pada Agustus 2018. Dibawah POJK/77, TunaiKita wajib melaporkan akun-akun laporan keuangan dan data pinjaman ke OJK secara berkala.